MEMPERINGATI SEPULUH TAHUN REFORMASI DAN HADIAH MANIS KENAIKAN HARGA BBM DARI PEMERINTAHAN SBY – JK

Mei 28, 2008

Tanggal 21 Mei 2008 besok genap sudah sepuluh tahun usia gerakan Reformasi yang terjadi pada tahun 1998 di Indonesia. Sebuah renungan kita bersama dalam perjalanan panjang dari masa-masa Era kerajaan dinusantara dulu, masa Republik dan masa menjelang Reformasi. Sejarah pergantian kekuasaan adanya saling menegasikan dari kerusakan menuju perbaikan dan dari yang usang menjadi yang segar dan berhari depan. Pertanyaannya, apakah induk perubahan itu akan selalu diwarnai dengan adanya aksi kekerasan dan kekacauan sosial yang menimbulkan banyak korban harta, benda dan nyawa di kalangan rakyat sipil yang tak berdosa.

Adalah Kolaborasi dari status Quo kekuasaan dan pelaku bidang ekonomi makro yang sangat berperan akan terjadinya ancaman keamanan, dengan cara mengunakan alat kekuatan kekuasaan dan uang. Mereka dapat membeli kesadaran-kesadaran bodoh dari para budak-budak yang tidak memiliki hati untuk dipersiapkan menjadi pembela dan mempertahankan si Tuan-tuan jahat untuk kelanggengan kekuasaan dan Perusahaan yang sudah puluhan tahun menjadi musuh-musuh rakyat baik di pedesaan dan perkotaan.

Mahasiswa, Pemuda/i, Profesional perkotaan, Pekerja Seni, Lembaga Swadaya Masyarakat dan kaum proletariat merupakan golongan-golongan yang menginginkan terjadinya perubahan dengan tugas sejarah membidani lahirnya Reformasi 1998.

Selama 32 tahun pemerintahan Rezim Orde Baru telah melakukan pengkhianatan terhadap nilai-nilai Demokrasi dan HAM, ibarat satu buah koin mata uang logam dengan diibaratkan satu sisi kondisi rakyat yang semakin terperosok kedalam jurang kemiskinan yang terdalam. Sementara satu sisi lainnya, sekelompok/segelintir orang sangat diuntungkan dan menikmati kemapanan dengan kentalnya unsur KKN (Korupsi Kolusi dan Nepotisme).

Masalah yang ada tak lepas dari pola pemerintahan yang sangat ketergantungan dengan hutang terhadap dunia barat dan Kelompok-kelompok Imperialisme Modern, sehingga kebijakan-kebijakan pemerintah Indonesia sangat dipengaruhi oleh pesanan-pesanan yang bertujuan untuk melangengkan kepentingan kelompok-kelompok Imperialisme global. Lihat dan rasakanlah kebijakan-kebijakan dan keputusan yang sangat manipulatif yang terus-menerus membebani rakyat di seluruh Indonesia. bidang-bidang pelayanan untuk rakyat yang seharusnya menjadi kewajiban/tanggung jawab negara telah diarahkan untuk menjadi swastanisasi.

Ironisnya dari dosa-dosa pemerintahan masa lalu, sampai hari ini rakyat Indonesia harus bertanggung jawab dengan menanggung beban hutang negara. Padahal kenyataannya rakyat tidak pernah merasakan dampak manfaat dari hutang pemerintahan ke IMF, World Bank dll.

Tahun 1997 terjadi krisis moneter di beberapa negara Asia dan Indonesia. Sebagai penerima dampak yang paling berat dari krisis itu, Jutaan orang kehilangan pekerjaan, dikarenakan usaha-usaha kecil dan menengah harus gulung tikar disertai dengan naiknya harga-harga kebutuhan pokok dan BBM. Terbukti pemerintahan yang kala itu dipimpin oleh Presiden Soeharto tidak mampu mengatasi untuk keluar dari masalah yang mendasar dari persoalan rakyat.

Pada tahun 1998 dari akumulasi kekecewaan rakyat yang tak dapat dibendung lagi, dengan dipelopori kepemimpinan kelas menengah, terjadilah gerakan reformasi yang mana jutaan orang di seluruh Indonesia turun kejalan dengan satu tujuan menumbangkan pemerintahan Soeharto.

Baru kita sadari ternyata musuh kita bersama bukan hanya Soeharto dan antek-anteknya saja, namun ada sebuah peninggalan sistem yang sangat berbahaya dan sudah mengakar menjadi budayaisme, kelompok kontra reformasi itu sekarang pura-pura reformis (Overtunis), namun yang sebenarnya masih berwatak Orde Baruisme, mereka masih mendominasi dan sangat sukar diajak menuju pembaharuan dalam paket perubahan untuk cita-cita kesejahteraan rakyat.

Sudah empat kali terjadi pergantian Presiden di Republik Indonesia kita yang tercinta ini setelah jatuhnya Suharto, kenyataannya dari tiap-tiap rezim yang berkuasa belum dapat membawa perubahan untuk rakyat, selalu dari tiap rezim membuat kesengsaraan-kesengsaraan baru untuk rakyat kecil dengan melahirkan kebijakan menaikan harga-harga kebutuhan pokok dan BBM dengan alasan klasik harga minyak di pasaran dunia mencapai harga tinggi.

Negara kita sebagai negara penghasil minyak premium dan gas yang sangat diperhitungkan di pasar dunia, mengapa tak mampu mencukupi kebutuhan rakyatnya? ini sebuah pertanda bahwa ada masalah dalam pengelolaan sumber minyak dan gas di negeri ini, ditambah belum ada keberpihakan yang serius dari pemerintahan pusat dan daerah untuk melindunggi rakyat dari ancaman kemiskinan dan pemenuhan untuk mendapatkan Hak atas pekerjaan, Hak normatif buruh, Hak untuk mendapatkan standart kehidupan yang layak, Hak mendapatkan wajib belajar tingkat dasar dan Hak atas kehidupan budaya dan ilmu pengetahuan seperti yang tertuang dalam UU No. 11 Tahun 2005 tentang Hak Ekonomi, Sosial dan Budaya (Ecosob).

Pemerintah seharusnya dapat menjamin, meyakini, mengakui, menghormati atau memberikan penghormatan, berusaha dan meningkatkan dari ketentuan yang ada di UU Ecososob.

Bulan Mei tahun 2008 ini, pemerintahan Susilo Bambang Yudoyono (SBY) dan Jusuf Kala (JK) secara resmi telah mengumumkan tentang rencana kenaikan harga BBM dengan alasan klasik yang sama seperti pemerintahan sebelumnya. Bukankah kebijakan ini akan menyengsarakan rakyat kembali? Lagi-lagi kebijakan yang dibuat sangat menyesatkan dan menyengsarakan rakyat.

Kepada kawan-kawan Pro-demokrasi, elemen sipil dan rakyat miskin di seluruh Indonesia, selamat memperingati sepuluh tahun reformasi dan selamat atas pemberian hadiah manis dari pemerintahan SBY-JK atas kenaikan harga BBM.

Semoga kita dapat bersama-sama untuk tidak diam ketika melihat dan mendengar lahirnya kebijakan-kebijakan yang akan menyengsarakan rakyat kembali, dengan bersama kita pasti dapat berbuat, sekecil apapun pasti ada yang dapat kita lakukan untuk menolak rencana kenaikan BBM.

Penulis : Sugiono atau Iik

Para Legal LBH Banda Aceh Pos langsa

Alamat : Desa Alur Cucur, Kec Rantau, Kabupaten Aceh Tamiang

E-mail : sogi_iik@yahoo.co.id


“Tidak ada subsidi BBM ! Itu penipuan massal untuk menguras uang rakyat”

Mei 27, 2008

STOP menyengsarakan rakyat

dengan kenaikan harga BBM !

Kritik yang tajam dari Kwik Kian Gie

Berikut di bawah ini disajikan tulisan pakar ekonomi terkemuka yang juga mantan menteri Bappenas, Kwik Kian Gie, yang dengan cara dan bahasa sederhana mengungkapkan “kemarahannya” terhadap masalah kenaikan harga BBM, yang sekarang sedang menjadi masalah besar negeri kita . Isi tulisannnya ini, merupakan kritik yang keras sekali terhadap berbagai politik pemerintah mengenai harga minyak, sikap terhadap rakyat miskin, BLT, dan perusahaan minyak asing yang makin kaya dan negara Indonesia yang makin miskin.

Dengan tajam sekali, dan dengan ungkapan-ungkapan yang “cespleng” ia bersuara lantang: “”stop penipuan massal” tentang harga BBM, dan “hentikan menyengsarakan rakyat”. Sebagai salah satu di antara berbagai solusi yang pro rakyat untuk menghadapi keadaan ekonomi bangsa yang makin terpuruk ini, ia mengajukan tuntutan “Nasionalisasi perusahaan minyak asing di Indonesia”.

Jelas sekali bahwa isi tulisan Kwik Kian Gie ini mencerminkan pandangan atau hati nurani banyak sekali golongan dalam masyarakat di Indonesia mengenai berbagai persoalan sekitar kenaikan harga BBM. Semangat atau jiwa tulisannnya ini juga diemban oleh berbagai kalangan dan golongan yang tergabung Front Rakyat Menggugat, Front Pembebasan Nasional, Front Perjuangan Rakyat, serta banyak organisasi rakyat lainnya di Indonesia , yang dewasa ini terus menerus melakukan perlawanan terhadap kenaikan harga BBM.

Tulisan Kwik Kian Gie yang berjudul “Tidak ada subsidi BBM ! Itu penipuan massal untuk menguras uang rakyat” ini merupakan bahan tambahan yang penting untuk memperkaya argumentasi- argumentasi berbagai kalangan yang sudah diajukan dalam melawan kenaikan harga BBM. Singkatnya, tulisan ini juga memperkuat kebenaran aksi-aksi besar-besaran dari begitu banyak kalangan mahasiswa, pemuda, buruh, perempuan, dalam perjuangan bersama yang menggelora sekarang ini.

A. Umar Said

====

Tidak ada subsidi BBM !

Itu penipuan massal untuk menguras uang rakyat

Kwik Kian Gie:

Tak ada subsidi BBM.

Pemerintah mengambil minyak bumi milik rakyat secara gratis dengan biaya hanya US$ 10/barrel.

Tapi karena hanya bisa menjualnya seharga US$ 77/barrel pemerintah merasa rugi jika harga minyak Internasional lebih dari harga itu

Tapi Indonesia kan Impor ?

Kebutuhan Produksi Impor

1,2 juta 1 juta 0,2 juta

• Indonesia tidak 100% impor!

• Kebutuhan BBM Indonesia 1,2 juta bph.

• Produksi 1 juta bph (dgn biaya < US$ 15/brl)

• Harusnya impor hanya 0,2 juta bph dengan biaya Harga Internasional+ US$15/barrel

Apa hitungannya ?

Jika harga minyak Internasional US$ 125/barrel dan biaya US$ 15/barrel serta impor 200 ribu bph maka pemerintah Indonesia dengan harga Rp 4.500/liter (US$ 77/brl) untung US$ 49,4 juta per hari atau Rp 165,8 Trilyun dalam setahun (1US@=Rp 9.200).

Pemerintah Untung Rp 165,8 Trilyun!

Bohong besar jika bilang Pemerintah rugi Rp 123 Trilyun !

Indonesia boros BBM ?

Konsumsi BBM Indonesia di urutan 116 di bawah negara Afrika seperti Botswana dan Namibia.

Jika pabrik dan perusahaan ditutup akan lebih rendah lagi.

Pemakai BBM hanya orang kaya ?

Yang berkata itu tak tahu BBM dipakai orang miskin seperti: Supir Bis, Metromini, Mikrolet Supir Truk pengangkut barang Para nelayan

Penumpang angkot (bukan orang kaya) jika BBM naik pasti menderita karena tarif angkot naik

Jika BBM naik, harga barang naik karena didistribusikan dengan Truk/BBM. Rakyat miskin menderita

Jumlah pemilik mobil mewah < 5% (<10 juta) !

BLT untuk orang miskin ?

Pada kenaikan BBM sebesar 125% tahun 2005 tidak semua orang miskin kebagian.

Tahun ini hanya 18 juta. <30% dari 62 juta rakyat miskin Absolut versi Bank Dunia

BLT 2005 hanya berjalan 1 tahun

Setelah kenaikan BBM seluruh harga barang naik

Jumlah Korban Busung Lapar/Kurang Gizi 5 juta orang

Korban Tewas busung lapar jatuh di Aceh, NTT, Sulsel, dan Papua

Versi Miskin Pemerintah: US$ 0,6/hari. Dunia: US$ 1/hari

Energi Indonesia untuk siapa ?

Indonesia ekspor 70% batubara ke luar negeri

Indonesia pengekspor LNG terbesar di dunIia

Indonesia ekspor 500 ribu bph minyak

Sementara listrik sering padam, rakyat antri gas, minyak tanah dan bensin. Energi Indonesia untuk siapa? (Kompas)

Jika energi diprioritaskan untuk dalam negeri dan Pembangkit listrik PLN yang memakai BBM dialihkan ke PLTA, PLTG, atau batubara, maka Indonesia tak perlu impor BBM sama sekali.

Indonesia butuh pemimpin cerdas!

90% minyak Indonesia dikelola perusahaan asing!

Perusahaan Asing Kaya, Indonesia Miskin

Keuntungan Perusahaan Migas yang beroperasi di Indonesia, Exxon Mobil tahun 2007 sebesar US$ 40,6 milyar (Rp 373 trilyun) dari pendapatan US$ 114,9 milyar (RP 1.057 trilyun –CNN).

Bagi hasil migas sebesar 85:15 untuk pemerintah dan perusahaan asing baru dilakukan setelah dipotong “Cost Recovery” yang besarnya ditetapkan perusahaan asing. Jika tidak tersisa, Indonesia tidak dapat.

Di Blok Natuna setelah dipotong Cost Recovery Indonesia dapat 0 dan Exxon 100% (Kompas, 13 Oktober 2006) Transparansi International Indonesia menemukan biaya senang-senang main golf dimasukkan dalam Cost Recovery (DetikFinance. com)

Solusi Pro Rakyat

Kenakan PPN 20% untuk Pertamax. Pajak masuk negara.

Kenaikan harga BBM masuk ke perusahaan minyak.

Menaikkan harga Premium menyusahkan rakyat kecil dan menguntungkan perusahaan minyak

Kendaraan pribadi harus beli Pertamax

Premium hanya boleh dibeli angkutan umum

Jika pemerintah tidak bisa mengawasi ribuan pom bensin, apalagi penyaluran BLT ke puluhan juta rakyat

Pajak STNK Mobil Mewah 10% dari harga jual

PPN Ekspor 20% untuk Perkebunan (Kelapa Sawit) dan Barang Tambang

Nasionalisasi Perusahaan Minyak Asing di Indonesia

Tak ada subsidi BBM !

Stop Penipuan Massal ini!

Berhenti menyengsarakan rakyat

Nabi: Akan datang sesudahku penguasa. Di atas mimbar memberi petunjuk dengan bijaksana. Tapi bila turun dari mimbar mereka menipu dan mencuri. Hati mereka lebih busuk dari bangkai. (HR. Ath-Thabrani)

Pengkhianat paling besar adalah penguasa yang memperdagangkan rakyatnya. (HR. Ath-Thabrani)


Hello world!

Mei 23, 2008

Welcome to WordPress.com. This is your first post. Edit or delete it and start blogging!